Yuvensius Stefanus Nonga Terpilih Pimpin WALHI NTT, Siap Perjuangkan Keadilan Ekologis
Yuvensius juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat, petani, nelayan, perempuan, kaum muda, buruh, dan kelompok marginal lainnya dalam gerakan ekologis. Solidaritas lintas sektor dianggap krusial untuk menghadapi dominasi oligarki yang mengancam ruang hidup rakyat.
Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai provinsi dengan kekayaan ekologis unik, tetapi juga memiliki kerentanan tinggi. Sebagian besar penduduk menggantungkan hidup dari pertanian lahan kering, peternakan, dan perikanan tradisional yang rentan terhadap dampak krisis iklim.
Di sisi lain, investasi pertambangan, monokultur, ekspansi pariwisata skala besar, hingga proyek strategis nasional kerap memicu kerusakan lingkungan dan konflik sosial. “Demokrasi lokal justru sering memperparah krisis dengan melegalkan perampasan ruang hidup rakyat,” tegas Yuvensius.
Ia menambahkan, perjuangan keadilan ekologis di NTT bukan sekadar penyelamatan lingkungan, melainkan juga perebutan kembali makna demokrasi sejati. Dengan kearifan lokal masyarakat serta tradisi solidaritas sosial yang kuat, WALHI NTT berkomitmen membangun kekuatan kolektif demi memperjuangkan hak-hak rakyat atas tanah dan sumber kehidupannya.








Komentar