Kasus DS: LBH Medan dan KontraS Desak Polisi Brutal Segera Diadili
“Kasus DS adalah alarm bagi demokrasi kita. Polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan menyiksa,” tegas LBH Medan dan KontraS.
Mereka juga mengingatkan bahwa kekerasan aparat dalam menghadapi aksi unjuk rasa di Sumatera Utara bukanlah hal baru. Catatan mereka menunjukkan pola berulang tindakan represif, mulai dari intimidasi, penangkapan sewenang-wenang, hingga penggunaan kekerasan berlebihan.
Atas kasus ini, LBH Medan dan KontraS mengajak publik, akademisi, media, serta organisasi masyarakat sipil untuk bersama-sama mengawal proses hukum agar tidak berhenti di tengah jalan. Menurut mereka, tanpa akuntabilitas, kekerasan aparat akan terus berulang dan mengancam kebebasan sipil di Indonesia.
Selanjutnya 1 2








Komentar