Koperasi Indonesia Mandeg! Politik dan Regulasi Rumit Jadi Biang Kerok
Dailyklik.id, JAKARTA – Koperasi di Indonesia banyak kehilangan peran pentingnya sebagai penopang ekonomi rakyat. Penyebab utamanya, menurut para pakar, adalah campur tangan politik yang berlebihan dan regulasi yang rumit, membuat koperasi sulit berkembang dan hanya menjadi ekonomi pinggiran.
Hal ini dibahas dalam Sarasehan Perkoperasian Indonesia bertajuk “Rethinking for The Future: Refleksi dan Perspektif Koperasi Indonesia 1900-2025” yang digelar di Jakarta, Kamis (27/8/2025).
Acara ini dihadiri 50 pegiat koperasi dari berbagai daerah dan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Ketua Asosiasi Praktisi Perkoperasian Muhammad Taufiq, Suroto dari Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis, serta Ketua Forkom KBI Irsyad Muchtar.
Para pakar menyoroti beberapa masalah mendasar yang membuat koperasi mandeg. RUU Koperasi yang belum disahkan, pembinaan koperasi yang tidak serius, serta regulasi yang rumit membuat generasi muda enggan terlibat.
Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis, Suroto, menegaskan hal ini. Ia menyebut koperasi terlihat ribet dan tidak menarik bagi kaum muda, sehingga minat mereka ikut berperan sangat rendah. Suroto menyarankan agar pendirian koperasi cukup dengan dua orang saja, seperti di negara maju, serta intervensi pemerintah dikurangi agar koperasi bisa lebih mandiri.








Komentar