Sekilas Info

WALHI NTT Kecam Uji Petik PLTP Flores–Lembata: “Sandiwara yang Legalkan Kejahatan Intelektual”

Para pemateri saat memaparkan laporan kunjungan lapangan satuan tugas penyelesaian masalah PLTP di sejumlah titik yang tersebar di Flores-Lembata. Foto diambil pada 4 Juli. (Dokumentasi Walhi NTT).

dailyklik.id, KUPANG – Proses uji petik proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Flores dan Lembata menuai kritik tajam dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur.

Dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penyampaian Hasil Uji Petik di Hotel Harper Kupang, Jumat (4/7/2025), WALHI menyebut proses evaluasi yang dilakukan tim Satuan Tugas (Satgas) bentukan Gubernur NTT sebagai “sandiwara yang sarat kepentingan”. "Ini bukan uji petik, ini sandiwara yang melegalkan proyek bermasalah," tegas WALHI NTT.

WALHI menilai Satgas gagal menjaga independensi dan profesionalisme, bahkan menyebut kehadiran sejumlah akademisi dalam tim sebagai bentuk kejahatan intelektual. Nama-nama seperti Prof. Philiphi de Rozari, Dr. Rafael Octavianus Byre, dan Dr. Petrus Kase secara terbuka disorot karena dinilai memuluskan proyek atas nama ilmu pengetahuan. “Mereka tidak berpihak pada rakyat, tetapi pada agenda proyek. Ini bentuk pengkhianatan terhadap nilai akademik dan kemanusiaan,” ujar perwakilan WALHI.

Dalam Rakor tersebut, penyampaian hasil uji petik yang seharusnya berdurasi 45 menit per lokasi dipangkas menjadi hanya 5 menit, tanpa diskusi publik yang memadai. Moderator, Pri Utami dari UGM, juga disebut WALHI sebagai pendukung proyek sejak awal, sehingga memperkuat dugaan bahwa forum tersebut hanya formalitas. “Bayangkan proyek sebesar ini hanya dibahas 5 menit. Ini bukan evaluasi, tapi dagelan,” kritik WALHI.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Kelvin Wuran
Editor: Dedy Hu
Photographer: Kelvin Wuran

Baca Juga