SPEE FSPMI Hormati Hasil Mediasi, Soroti Narasi Provokatif Konsultan PT YMMA
Dailyklik.id, BEKASI – Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI) menyatakan sikap hormat terhadap hasil mediasi yang dilakukan Dinas Ketenagakerjaan dan Polres Bekasi terkait pemutusan hubungan kerja sepihak terhadap Ketua dan Sekretaris PUK SPEE FSPMI PT Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA). Namun mereka menyesalkan munculnya narasi provokatif dari oknum konsultan perusahaan.
Sekretaris SPEE FSPMI, Slamet Abadi, menyampaikan keprihatinannya atas dinamika hubungan industrial di PT YMMA, khususnya atas pemecatan pimpinan serikat yang dianggap mencederai prinsip kebebasan berserikat.
“Buruh hanya ingin bekerja dengan tenang dan memperoleh haknya secara adil. Pemecatan sepihak pimpinan serikat adalah sinyal buruk bagi demokrasi di tempat kerja,” ujar Slamet, Kamis (10/7).
Ia menegaskan, pemecatan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 serta UU Ketenagakerjaan. Menurutnya, perusahaan yang sehat adalah yang menghargai peran serikat pekerja, bukan justru menekan mereka.
Lebih jauh, Slamet mengkritisi pernyataan publik dari oknum konsultan PT YMMA yang disebut-sebut sebagai "pengamat investasi". Ia menyebut narasi tersebut provokatif dan berpotensi memecah hubungan antara pekerja dan manajemen. “Konsultan seharusnya membantu meredakan konflik, bukan memperkeruh. Jika sudah ada hasil mediasi, semua pihak termasuk konsultan eksternal wajib menghormatinya,” ujarnya.








Komentar