Sudah 27 Tahun Menetap, Warga Naibonat Tolak Relokasi Paksa: “Kami Tak Mau Kehidupan Kami Dikorbankan”
Menanggapi kondisi ini, Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, turun langsung menemui warga. Ia menyatakan keprihatinan terhadap situasi yang dialami masyarakat Naibonat.
“Saya tidak pernah menyebut mereka eks-Timtim atau warga baru. Mereka adalah warga negara Indonesia. Maka saya turun langsung bertanya: benar kah mereka mau pindah? Ternyata, tidak ada yang bersedia pindah sebelum rumah itu benar-benar layak huni,” ungkap Danrem.
Ia secara terbuka mengakui bahwa lokasi relokasi tak cocok bagi warga yang berprofesi sebagai petani. “Kalau kalian pegawai negeri, mungkin bisa tinggal di sana. Tapi kalau kalian petani, tidak mungkin kalian bertahan satu dua minggu di lokasi itu. Tidak ada unsur kehidupan di sana,” katanya.
Kunjungan Danrem juga merupakan tanggapan atas aksi demonstrasi yang sebelumnya dilakukan warga. Ia menyebut demonstrasi itu sebagai bentuk kepedulian dan berjanji menyampaikan aspirasi masyarakat ke tingkat pusat.
“Saya sebagai bapak harus turun cek. Ternyata memang ada aspirasi yang harus ditampung. Itu akan kita sampaikan ke pusat lewat jalur yang benar,” ujarnya.








Komentar