Sekilas Info

Sentuh Hati Remaja Lewat Masjid, Alor Gencarkan Edukasi Bahaya HIV/AIDS

Ia menambahkan, dari angka terbaru itu, 21 orang telah menjalani pengobatan dan tidak ada laporan kematian hingga saat ini.

Usai acara, Ida menegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam membentengi anak-anak remaja dari pengaruh buruk lingkungan. Edukasi di rumah, menurutnya, adalah pondasi utama agar anak paham risiko yang bisa mereka hadapi.

Mirisnya, Kabupaten Alor kini menduduki posisi kedua tertinggi kasus HIV/AIDS di NTT, tepat di bawah Kota Kupang. Fakta ini menjadi alarm keras yang tak bisa diabaikan.

Lewat pendekatan berbasis rumah ibadah, Dinas Kesehatan Alor berharap pesan-pesan pencegahan bisa lebih mengena—mengajak remaja tak hanya paham secara medis, tapi juga secara moral dan spiritual.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ruang pembinaan karakter dan perlindungan remaja dari bahaya HIV/AIDS,” pungkas Ida.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Nursada Bong
Editor: Dedy Hu
Photographer: Nursada Bong

Baca Juga