Kecam Premanisme di Kampus, LMND Flotim Desak UNMA Banten Tegakkan Demokrasi Mahasiswa
dailyklik.id, FLORES TIMUR – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Flores Timur mengecam keras aksi kekerasan brutal terhadap salah satu anggotanya di Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten. Aksi premanisme tersebut dinilai sebagai bentuk nyata pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat dan mencoreng nilai-nilai demokrasi kampus.
Insiden tersebut terjadi saat Ketua Eksekutif Komisariat LMND UNMA Banten berinisial SA diduga dikeroyok oleh tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kreasi UNMA. Pemicu kekerasan ini adalah pendirian Posko Pengaduan Mahasiswa yang digagas LMND sebagai wadah menyuarakan persoalan kampus, seperti tingginya UKT, pemotongan KIP, hingga kekerasan seksual.
Menurut Ketua LMND Flotim, Pirlo Luron, para pelaku tak hanya melakukan pemukulan, tetapi juga menodongkan senjata tajam dan memaksa korban menandatangani pernyataan untuk “bertarung sampai mati”.
“Ini bukan sekadar kekerasan fisik, tetapi juga bentuk intimidasi terhadap gerakan mahasiswa yang sah. Kampus seharusnya menjadi ruang aman untuk berpikir kritis, bukan ladang premanisme,” tegas Pirlo.
Ia menyebutkan, kekerasan semacam ini memiliki dampak struktural serius, mulai dari hilangnya rasa aman hingga merosotnya kualitas kebebasan akademik di kampus. Pirlo menegaskan bahwa jika dibiarkan, peristiwa ini bisa menjadi preseden buruk bagi masa depan demokrasi di lingkungan pendidikan tinggi.








Komentar