Sekilas Info

Granat Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Huntara Erupsi Lewotobi, Masih Aktif dan Berbahaya

Berdasarkan hasil pemeriksaan, benda yang ditemukan adalah 16 granat tangan Type 97 asal Jepang lengkap dengan sekring dan tali tarik, serta 393 butir munisi kaliber 6,5 mm yang digunakan untuk senapan Arisaka Type 38, senjata khas pasukan Jepang pada masa Perang Dunia II.

DAILYKLIK.ID, FLORES TIMUR – Warga pengungsi erupsi Gunung Lewotobi dikejutkan dengan penemuan granat dan peluru peninggalan Perang Dunia II di lokasi hunian sementara (Huntara) di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Flores Timur. Granat yang ditemukan masih aktif dan berpotensi meledak, sehingga warga diminta untuk tetap waspada.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1624 Flores Timur, Letkol Inf M. Nasir Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa granat tersebut adalah Granat Tangan Inert WWII Type 97 buatan Jepang dengan sekring dan tali tarik. Sebanyak 16 granat ditemukan bersama 393 butir Munisi Caliber 6,5 mm, yang digunakan untuk senapan Arisaka Type 38 pada masa perang.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan granat masih aktif karena detonatornya masih berfungsi. Ada kemungkinan bisa meledak jika tidak ditangani dengan hati-hati," ujar Letkol Nasir.

Tim TNI bersama Polres dan Brimob langsung mengamankan lokasi dan melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain yang tertinggal. Namun, hingga saat ini belum ditemukan temuan tambahan.

"Granat dan peluru ini kemungkinan dulu ditimbun dalam satu peti yang kini sudah hancur. Kami terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak di sekitar area Huntara," tambahnya.

Komandan Distrik Militer (Dandim)1624 Flores Timur, Letkol Inf M. Nasir Simanjutak, S. Ag., M.I.P

Letkol Nasir mengimbau warga, terutama yang berada di sekitar lokasi Huntara, agar tetap waspada dan tidak menyentuh benda mencurigakan. Jika menemukan benda yang diduga bahan peledak, warga diminta segera melaporkan ke TNI atau Polri agar bisa diamankan dengan prosedur yang aman.

Penulis: Faidin
Editor: Dedy Hu
Photographer: Faidin

Baca Juga