Petani Milenial: Harapan Baru Pertanian Berkelanjutan Bersama Pupuk Indonesia
Panen Melonjak, Petani Makin Optimis
Paskalis bercerita, dulu, hasil panennya hanya mencapai 600 kilogram dari lahan seluas 15 are. Angka yang cukup untuk bertahan hidup, tetapi belum memadai untuk berkembang. Namun, semua berubah sejak ia mulai menerapkan teknik pertanian modern dan memanfaatkan pupuk bersubsidi.
Kini, hasil panennya melonjak dua kali lipat menjadi 1,2 ton di lahan yang sama. "Perbedaannya sangat terasa. Dengan pupuk yang cukup dan mekanisasi yang lebih baik, hasilnya bisa jauh lebih besar," ujarnya.
Lonjakan produksi ini tidak hanya meningkatkan pendapatannya, tetapi juga membuktikan bahwa bertani dengan pendekatan yang tepat bisa jauh lebih menguntungkan.
Dari hasil jerih payahnya bertani, Paskalis bisa memenuhi nafkah keluarganya dengan berkecukupan. Ia juga tidak mengalami kesulitan dalam mencukupkan gizi untuk anaknya. Bahkan, karena panennya sering melimpah, ia bisa menyisihkan sebagian hasilnya untuk ditabung sebagai bekal masa depan anaknya.








Komentar