Pasca Bencana, Pariwisata di Sukabumi Mulai Bangkit
Asti Astuti, seorang pedagang di Pantai Citepus Palabuhanratu, mengaku mengalami penurunan penjualan yang drastis. "Dulu setiap akhir pekan dagangan saya laris, tapi sekarang hampir tidak ada pembeli. Orang-orang takut datang karena berita yang tidak benar," keluhnya.
Dampak serupa juga dirasakan oleh pemilik hotel dan penginapan. Bastian, seorang pengelola hotel di kawasan wisata Palabuhanratu, mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel anjlok setelah bencana terjadi.
"Kami sebenarnya sudah siap menerima tamu, tapi orang-orang masih ragu karena banyak berita simpang siur tentang kondisi Sukabumi. Kami berharap pemerintah bisa membantu menepis isu hoaks ini dan memulihkan kepercayaan wisatawan," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun tidak tinggal diam. Kepala Dinas Pariwisata, Sendi menjelaskan, langkah-langkah pemulihan sedang dilakukan. "Kami telah melakukan pendataan terhadap sembilan destinasi wisata yang terdampak. Infrastruktur yang rusak mulai diperbaiki, dan kami juga aktif mengedukasi masyarakat serta wisatawan bahwa Sukabumi aman untuk dikunjungi," katanya.

Selain pemulihan infrastruktur, promosi pariwisata juga menjadi prioritas. Melalui berbagai platform media sosial, pemerintah dan pelaku usaha berusaha menunjukkan bahwa Sukabumi sudah kembali siap menyambut wisatawan.







Komentar