Proyeksi Konsumsi BBM dan LPG Selama Nataru di Sumbagut Meleset
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memeroyeksikan penurunan konsumsi gasoil di Sumbagut selama periode Satgas Nataru 2024-2025 sebesar 4,5% atau dari 9.383 KL menjadi 8.965 KL rata-rata per hari. Namun, menurut Satria realisasi penurunan konsumsi gasoil tercatat lebih sedikit, yakni sebesar 5,5% atau dari 9.383 KL menjadi 8.869 KL rata-rata per hari.
Penurunan konsumsi gasoil selalu diproyeksikan setiap periode Satgas Nataru karena pembatasan operasional kendaraan dan angkutan selama masa perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan demikian, realisasi penurunan konsumsi gasoil di Sumbagut selama periode Satgas Nataru 2024-2025 lebih besar 1% atau 96 KL sedikit dari proyeksi sebelumnya.
Realisasi yang meleset dari proyeksi pun terjadi pada produk LPG. Menurut Satria, konsumsi LPG pada periode Satgas Nataru 2024-2025 di Sumbagut mengalami peningkatan hingga 6,5%. Atau dari 3.514 MT konsumsi rata-rata harian normal menjadi 3.742 MT per hari.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memeroyeksikan peningkatan konsumsi LPG di Sumbagut dalam masa Satgas Nataru kali ini hanya sebesar 5,4%, atau dari 3.514 MT menjadi 3.705 MT rata-rata per hari. Dengan demikian terdapat selisih 1,1% atau 37 MT antara realisasi dengan proyeksi.
Selisih lebih besar dialami Avtur, hingga mencapai 2%. Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memeroyeksikan terjadinya peningkatan konsumsi Avtur di Sumbagut sebesar 15% selama periode Satgas Nataru 2024-2025. Yakni dari 775 KL menjadi 893 KL per hari.
Namun Satria mengatakan, konsumsi Avtur di wilayah kerjanya mengalami peningkatan hingga sekitar 17%. Atau dari 775 KL rata-rata konsumsi normal per hari menjadi 910 KL.








Komentar