Pelindo Bongkar 20 Kapal Beras Impor Bulog di Pelabuhan Belawan
Dalam kerja sama tersebut Pelindo, melalui SPMT, berperan sebagai PBM (perusahaan bongkar muat) terhadap pasokan beras impor Bulog yang masuk melalui 11 pelabuhan di Indonesia, termasuk Belawan. Adapun pelabuhan yang lain adalah Pelabuhan Malahayati, Lhokseumawe, Dumai, Tanjung Emas (Semarang), Tanjung Intan (Cilacap), Jamrud Nilam Mirah (Surabaya), Tanjung Wangi (Banyuwang, Balikpapan, Makassar serta Pelabuhan Lembar (Lombok Barat).
Kerja sama ini untuk memperlancar proses penerimaan beras impor, dengan cakupan, mulai dari persiapan kedatangan kapal, sandar hingga kegiatan bongkar. Awalnya, SPMT Branch Belawan mendapat pekerjaan membongkar 16 kapal dan sampai dengan Oktober 2024 pekerjaan itu sudah diselesaikan.
Kemudian mulai Oktober itu SPMT Branch Belawan diberi tambahan pekerjaan pembongkaran terhadap tujuh kapal lagi dengan total muatan lebih dari 100 ribu ton. Dan dari jumlah itu, sebanyak empat kapal di antaranya sudah dibongkar, termasuk MV Sea Noble.
Dengan demikian SPMT Branch Belawan tinggal melayani pembongkaran terhadap tiga kapal lagi, sampai dengan akhir 2024. Adapun kapal-kapal yang sudah masuk mengangkut beras impor dari beberapa negara, seperti Vietnam, Pakistan, Thailand dan Myanmar.
Melalui kerja sama ini, lanjutmya, kapal-kapal pengangkut beras impor Bulog mendapat prioritas sehingga tidak perlu mengantre bersandar di dermaga. Dengan begitu, kapal-kapal tersebut bisa lebih cepat menjalani pembongkaran muatan.
Jonedi memastikan sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam kegiatan pembongkaran beras impor Bulog di Pelabuhan Belawan. Bahkan menurutnya manajemen Bulog mengapresiasi kinerja SPMT di Belawan yang mampu membongkar 1.500 sampai 2.000 ton beras per hari.








Komentar