Sekilas Info

Gerakan Tanam Cabai Dinilai Kurang Tepat, Pengamat Ekonomi Sumut Sarankan Pemda Gandeng BMKG

Ilustrasi. (Adeng Bustomi/Antarafoto).

Dia menilai tingginya harga cabai saat ini lebih dipengaruhi oleh cuaca yang telah menekan produksi hingga 25%, seiring dengan musim kemarau di wilayah Sumatra. Petani cabai merah tidak akan maksimal mendapat keuntungan saat produksinya turun, tetapi harganya mahal.

Sekalipun harga cabai merah di tingkat petani diatas HPP (harga pokok produksi) sebesar Rp16 ribu per kilogram, tetapi mereka masih harus menanggung kerugian karena panen tidak maksimal. Namun dengan harga saat ini petani diyakini akan maksimal mengolah lahannya untuk ditanami cabai.

"Jadi jangan direspon terlalu berlebihan dengan intervensi (gerakan tanam cabai) yang justru akan merusak struktur pasar. Karena kalau diintervensi dengan menanam dalam jumlah besar, maka harga berpotensi turun dan nantinya akan berbalik naik tinggi lagi," terang Gunawan.

Jika harganya berbalik naik lagi maka konsumen akan kembali dirugikan. Karena itu dia menilai gerakan menanam cabai yang digalakkan pemda bukan kebijakan yang tepat.

Upaya yang lebih tepat dilakukan adalah bekerja sama dengan BMKG dalam memproyeksikan cuaca di masa depan. Selanjutnya menentukan berapa luas lahan yang ideal untuk membentuk harga cabai yang nyaman buat petani dan konsumen.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga