Sekilas Info

Pilpres 2024

Jubir Darat Timnas AMIN Desak Bawaslu Periksa Bobby Nasution, Berikut Utuh Bantahan Andy Yudhistira

Sahat Simatupang (tengah) bersama Capres nomor urut 01 Anies Baswedan. (foto Ist).

BACA JUGA
KADIN Puji Visi Misi Ganjar-Mahfud: Prospek Ekonomi Indonesia Kedepan Akan Sangat Baik

Ganjar – Mahfud MD Komitmen Ringankan Beban Keluarga Prajurit Polri dan Bhayangkara


PGRI, lanjut Andy, berencana menggelar konferensi kerja 2024 pada 20 Januari 2024 di Medan, namun harus dibatalkan akibat pihaknya merasa terganggu dengan viralnya video rapat tersebut.

Mengapa ada pembahasan tentang kandidat Capres 02 Prabowo-Gibran? Sekretaris PGRI Kota Medan itu menjelaskan bahwa pembahasan itu tidak menjadi substansi utama.

“Jadi begini, didalam konferensi kerja itu ada tiga hal yang kita (akan) bicarakan; satu, rekomendasi untuk mendukung kebijakan pemerintah (kota Medan), kemudian yang kedua, penyusunan program kerja. Lalu, yang ketiga masalah pendanaan kegiatan kegiatan organisasi (PGRI), jadi pada poin (satu) kebijakan pemerintah tadi, ada peserta yang bertanya tentang P3K (Pegawai dengan perjanjian kerja)sehingga kita jelaskan kebijakan pemerintah selama ini tentang alurnya karena Medan kan termasuk luar biasa,” jelasnya.

Soal adanya penyebutan nama cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka dalam rapat tersebut, Andy tidak membantah pernyataan itu. Ia membenarkan dengan memuji kebijakan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai menguntungkan guru-guru.

“Jadi pemerintah sekarang pak Jokowi, pak Prabowo itu Menteri Pertahanan di situ bagian dari pemerintah. Kebijakan-kebijakan (Pemerintahan Jokowi) yang menguntungkan guru, kan ada kepentingan kita (PGRI) disitu, seperti guru-guru honor yang diangkat menjadi PPPK. Jadi kalau pemerintahan ini berlanjut, gitu kan, alangkah baiknya untuk menguntungkan guru,” paparnya.


BACA JUGA
Koperasi Pers Indonesia dan PFI Medan Bekerjasama Wujudkan Impian Rumah untuk Anggotanya

Bukan Janji! Program KTP SAKTI Ganjar – Mahfud Bentuk Tranformasi Satu Data


“Kemudian ada pertanyaan, lalu yang menguntungkan guru itu siapa? Jadi kita jelaskan, kebijakan itu bukan hanya pemerintah pusat saja, ngak, pak walikota (Medan, Bobby Nasution) adalah menantunya pak Presiden (Jokowi), kemudian pak Kadis (Pendidikan) kita adalah (pamannya Bobby Nasution), setelah itu (video) di cut,” lanjut Andy menjelaskan.

Pada hal, lanjut Andy masih ada penyebutan paslon capres lain yang ia kemukakan, namun ucapan itu dipotong oleh penyebar video. Sehingga ia mengaku siap apabila akan dipanggil oleh Bawaslu untuk mengklarifikasi hal itu, dengan mengatakan telah menyiapkan video utuh yang isinya turut menyebut dua paslon capres lain.

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Devis Karmoy

Baca Juga