Opini
Stop Politik Para Penghianat
Pertama, bahwa DPP PDIP tidak perlu menugaskan kader melakukan ajakan memilih (kampanye) di luar jadwal dan tahapan Pemilu. Ajakan memilih dalam bentuk video, spanduk, baliho, maupun bahan dan alat peraga kampanye lainnya, harus sesuai aturan. PDIP harus menghindari aksi "ajakan memilih", seperti yang dilakukan Gibran Rakabuming Raka (Walikota Solo) dan Bobby Afif Nasution (Walikota Medan), yang akhirnya kini sedang ditangani Bawaslu RI.
Baca juga: Antara Politik Identitas dan Identitas Politik
Kedua, bahwa tiga pilar partai dan semua kader, serta petugas partai seharusnya fokus pada tugas memenangkan Pileg dan Pilpres 2024. Sehingga seluruh sumber daya kader, baik relawan, simpatisan, pendukung pribadi, harus diarahkan mendukung dan memenangkan Caleg PDIP dan Capres PDIP, Ganjar Pranowo.
Ketiga, bahwa kepala daerah harus serius mendukung dan memenangkan seluruh caleg dan capres PDIP, Ganjar Pranowo di Pileg dan Pilpres 2024. Jika ditemukan fakta ada kepala daerah yang mendukung caleg dari partai lain, maka sebaiknya kader tersebut tidak dicalonkan kembali di Pilkada serentak 2024.
Keempat, bahwa jika kepala daerah tidak fokus dan serius mendukung dan memenangkan Caleg PDIP, dan Capres PDIP Ganjar Pranowo, dan di daaerah yang dipimpinnya Caleg PDIP dan Capres PDIP tidak menang, maka sebaiknya kader tersebut tidak didukung kembali di Pilkada serentak 2024.
Kelima, bahwa Jokowi harus menjadi role model kepemimpinan nasional PDIP. Maka semua kepala daerah PDIP, khususnya bupati dan walikota harus ikut pola Jokowi yang menjadi Walikota Solo dua periode.
Baca juga: Perempuan dalam Kesetaraan Politik, Menyongsong Pemilu 2024
Sehingga DPP PDIP diminta untuk membuat aturan tegas agar semua bupati dan walikota (tanpa terkecuali) harus memimpin daerahnya dua periode, baru diusung dan didukung ke tingkat lebih tinggi. Kader yang tidak mengikuti pola Jokowi, tidak perlu diusung dan didukung di Pilkada serentak 2024.
PDIP akan memenangkan Pileg dan Pilpres 2024 dengan membangun "Koalisi Besar", yakni Koalisi Bersama Rakyat. Maka upaya untuk membujuk dan merebut hati rakyat harus dilakukan dengan rendah hati, tidak sombong. Bukan dengan uang dan sembako.
Sutrisno Pangaribuan
Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Kader PDIP.








Komentar