Sekilas Info

Proses Restitusi Lambat, Aktivis Duga Ada Mafia di BPN Nagekeo

Sebagai aktivis, Devis menilai bahwa ada indikasi mafia pertanahan ikut bermain dalam proses ganti untung tersebut.

Baca juga: Menteri ATR Instruksikan Kantor Pertanahan Buka Sabtu-Minggu

Pasalnya proses restitusi terhadap lahan warga yang digunakan pemerintah untuk membangun Waduk Mbay/Lambo di Kabupaten Nagekeo itu telah berlangsung setahun.

"Kenapa lama? Ini mengindikasikan bahwa ada dugaan mafia pertanahan ikut bermain dalam proses restitusi lahan warga disana," kata pria yang lahir di Maritaing, Alor 40 tahun lalu, pada Selasa (2/8/2022) siang.

Sebagai putra daerah NTT, Devis Abuimau Karmoy yang dikonfirmasi melalui saluran telepon meminta Kementerian ATR/BPN untuk turut menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas.

"Saya mendesak Menteri ATR/BPN RI agar mendesak dan memanggil Kepala Kanwil ATR/BPN Provinsi NTT untuk segera menyelesaikan restitusi (ganti untung) terhadap lahan warga dua desa di Mbay, NTT yang lahannya digunakan untuk membangun Waduk Mbay/Lambo," tandasnya.

Sebelumnya puluhan warga dua Desa di Mbay, Senin (1/8/2022) siang mendatangi Kantor BPN Nagekeo untuk mempertanyakan hak-hak mereka. Namun yang didapati warga adalah kekecewaan.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Ali Imran
Editor: Redaksi
Photographer: Ist

Baca Juga