Bulungan Mampu Tahan Laju Learning Loss
Suparmin mengatakan keberhasilan Bulungan menahan laju learning loss merupakan buah dari pengalaman program rintisan literasi kelas awal. Tiga tahun sebelum pandemi COVID-19, Bulungan telah melakukan pelatihan dan pendampingan guru SD secara masif dan intensif.
Guru dilatih untuk mampu melakukan assesmen diagnostik terutama pada bidang kemampuan literasi, mendesain materi ajar sesuai kemampuan siswa (teaching at the right level), dan melaksanakan pembelajaran terdiferensiasi.

Pengalaman ini ternyata menjadi modal besar bagi Bulungan ketika menjalankan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. "Pengalaman ini pula yang akan kami gunakan untuk melakukan pemulihan pembelajaran dan mengimplementasikan kurikulum merdeka," ucapnya.
Kemdikbudristek meluncurkan kurikulum merdeka untuk mengatasi learning loss. Kurikulum ini memiliki tiga karakteristik umum untuk mendukung pemulihan pembelajaran.
Yaitu: pembelajaran berbasis projek, fokus pada materi literasi dan numerasi, serta fleksiblitas bagi guru untuk menerapkan pembelajaran yang sesuai kemampuan siswa (teaching at the right level). Ketiga karakteristik ini sudah dipakai kedalam pembelajaran literasi oleh guru SD di Bulungan sejak tahun 2017.
Sampai Juli 2022, sebanyak 163 sekolah di Bulungan telah mendaftar untuk menerapkan kurikulum merdeka secara mandiri. Sebanyak 155 sekolah memilih opsi mandiri belajar, 9 sekolah memilih opsi merdeka berubah, dan 3 sekolah memilih opsi mandiri berbagi.








Komentar