Rusia Serang Ukraina, Ini Pemicunya
Riwayat Konflik Ukraina-Rusia
Tak lama setelah Putin mengumumkan operasi militer khusus ke Donbas pada Kamis pagi, rentetan ledakan terjadi setidaknya pada tujuh kota di Ukraina, termasuk di Ibu Kota Kiev.
Ukraina menjadi negara merdeka dengan jatuhnya Uni Soviet pada 1991. Itu adalah bagian awal dari kekaisaran Rusia dan kemudian menjadi Republik Soviet, serta menyingkirkan warisan kekaisaran Rusia, sehingga membentuk hubungan dekat dengan Barat.
Sejak kemerdekaannya, negara ini memerangi korupsi dan perpecahan internal. Negara sisi barat menginginkan integrasi dengan Barat, sedangkan wilayah timur dengan Rusia.
Konflik dimulai ketika Victor Yanukovych, Presiden Ukraina, menolak perjanjian asosiasi dengan Uni Eropa demi hubungan yang lebih dekat dengan Moskow.
Para pengunjuk rasa menggulingkannya dalam ‘Revolusi Martabat (Revolution of Dignity).’ Sebagai imbalannya, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea Ukraina dan mendukung pemberontakan separatis Ukraina timur.
Setelah itu, mereka menyerang Donbas yang merupakan jantung industri negara Ukraina. Lebih dari 14.000 orang kehilangan nyawanya dalam konflik bersenjata antara pasukan Ukraina dan separatis yang didukung Rusia.
Ukraina dan Barat menuduh Rusia mengerahkan pasukan dan mengirim senjata ke pemberontak, lalu tuduhan ini dibantah oleh Rusia. Namun, Rusia mengecam keras Amerika Serikat (AS) dan NATO karena membantu Ukraina dengan senjata dan latihan militer bersama.
Presiden Putin juga menyatakan keprihatinan atas rencana beberapa anggota NATO untuk mendirikan pusat pelatihan militer di Ukraina karena akan memfasilitasi pijakan militer di kawasan itu bahkan tanpa Ukraina bergabung dengan NATO.
Rusia dalam tuntutan keamanannya mengatakan bahwa mereka tidak ingin Ukraina menjadi negara anggota NATO dan ingin menghentikan semua latihan NATO di dekat perbatasannya, serta penarikan pasukan NATO dari Eropa Tengah dan Timur. Perlu dicatat bahwa masuknya Ukraina ke NATO akan membutuhkan persetujuan bulat dari 30 negara anggotanya.
ReuSelain itu juga, Rusia memandang Ukraina sebagai bagian dari ‘lingkup pengaruhnya’ sebuah wilayah, bukan negara merdeka. Namun, AS dan NATO telah menolak tuntutan Rusia. Barat mendukung Ukraina dan berjanji akan menyerang Rusia secara finansial jika pasukannya maju ke Ukraina.








Komentar