Kisah Pebisnis Kuliner, Tumbuhkan Usaha Nasi Gurih dan Lontong Khas Medan
“Kami pun bersyukur banyak orang yang suka dengan masakan ibu saya. Awalnya kami tidak percaya, tapi karena masakan kami terus laku dan bahkan banyak yang mencari, kami semakin semangat dalam menjalani bisnis ini,” tambah Afriandi.
Semangatnya dalam mengembangkan bisnisnya mengantarkan Afriandi ke program pembinaan UMKM yang diinisiasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan yang saat ini diketuai oleh Kahiyang Ayu.
Program pembinaan UMKM tersebut memberikan edukasi kepada pelaku UMKM di Medan tentang pengelolaan bisnis, digitalisasi, pengolahan bahan baku, hingga strategi pemasaran.
Dari program tersebut, Afriandi mempelajari tentang pentingnya menyediakan informasi penting terkait bisnis kepada para pelanggan. Contohnya, kini Afriandi menyiapkan pamflet dan kartu nama untuk bisnisnya agar pelanggan baru dapat mengetahui jam operasional dan informasi kontak jika ingin melakukan pemesanan dalam skala besar.
Ketika pandemi melanda dan omzet bisnisnya menurun hingga 40 persen, hal ini lah yang membantu mendorong penjualan karena pelanggan setia Nasi Gurih dan Lontong Hj Hajrah sudah memiliki kontak Afriandi dan dapat memesan secara langsung.
“Selain itu, TP PKK Medan membantu kami dalam mengadopsi layanan pembayaran digital ShopeePay. Dengan banyaknya promo yang ditawarkan, kami yakin metode pembayaran ini akan menarik banyak pelanggan baru dan memberikan kepuasan kepada pelanggan setia kami,” jelas Afriandi.
Selain itu, bisnis Nasi Gurih dan Lontong Hj Hajrah juga hadir di Festival Kuliner Kondang UMKM Medan yang digelar oleh Pemerintah Kota Medan dan TP PKK Medan di Kesawan pada Jumat hingga Minggu (19-21/11/2021).
Pada acara tersebut, Pemerintah Kota Medan dan TP PKK Medan didukung oleh penyedia layanan pembayaran digital ShopeePay untuk memberikan ajang promosi dan ruang berbisnis bagi 40 UMKM lokal, termasuk Nasi Gurih dan Lontong Hj Hajrah.








Komentar