Penangkapan Mahasiswa UNS, Aktivis 98 Minta Wapres Ma’ruf Amin Bersikap
"Lantas dimanakah tempat pernyataan Jokowi yang mengatakan rindu di demo itu?" ujar Sahat Simatupang yang juga jurnalis salah satu media nasional itu.
Penangkapan tersebut, sambung Sahat, mencerminkan langgengnya upaya memberangus kebebasan berekspresi atau freedom of expression di negara yang demokrasinya mulai tumbuh pasca Orde Baru tumbang.
"Kami minta Wapres Ma'ruf Amin berbicara dan bersikap. Jangan diam saja. Sebagai Wapres berlatar belakang ulama yang menghormati hak berpendapat dan berekspresi, seharusnya membuka ruang dialog jika Presiden tidak melakukannya," pintanya.
Ketua Majelis Nasional Perhimpunan Pergerakan 98 itu menilai, Presiden Jokowi terlalu menyederhanakan ruang dialog dengan cara mengundang tokoh masyarakat dan ulama ke istana jika terdesak keadaan, tapi membungkam aspirasi mahasiswa.
"Ini persis seperti cara yang dilakukan Presiden Soeharto dengan mengundang tokoh masyarakat dan ulama agar terkesan mendengar aspirasi rakyat bawah tapi disisi lain membungkam suara mahasiswa," tutu Simatupang.
Sejatinya, sambung Sahat, tidak ada satu kalimat pun dalam poster mahasiswa UNS yang mengarah pada pereduksian kehormatan seorang Presiden sebagai simbol kepala negara.









Komentar