Sekilas Info

Hacker China Diduga Bobol 10 Kementerian termasuk BIN

Ilustrasi Hacker

Terakhir dan paling penting membuat tata kelola pengamanan siber sebaik mungkin dan mengimplementasikan standar-standar keamanan informasi yang sudah ada.

"Kami telah mencoba melakukan profiling threat actor. Mustang Panda adalah hacker group yang sebagian besar anggota dari China dimana grup ini membuat private ransomware yang dinamakan Thanos," ucapnya.

Pratama juga menyebut ransomeware ini dapat mengakses data dan credential Log In pada device PC yang kemudian mengirimkannya ke CNC (command and control) bahkan hacker dapat mengontrol sistem operasi target.

Dikatakannya bahwa Private ransome Thanos juga mempunyai 43 konfigurasi berbeda untuk mengelabui firewall dan anti virus, sehingga sangat berbahaya.

Ia melanjutkan segala langkah yang diperlukan harus segera dilakukan pemerintah untuk mengetahui apakah tindak spionase ini terkait konflik Laut China Selatan atau tidak.

"Karena dalam beberapa tahun terakhir tensi terkait isu ini memang meningkat di kawasan Asia Tenggara. Semoga ini menjadi momentum perbaikan keamanan siber di lembaga negara," saran Pratama.

Mengutip CNN Indonesia, media tersebut juga telah mencoba meminta tanggapan dari perwakilan BSSN serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun, belum ada pihak yang memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.

Sementara itu, Deputi VIII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto enggan memberi tanggapan saat diminta konfirmasi oleh CNNIndonesia.com.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Devis Karmoy
Editor: Redaksi
Photographer: Istimewa

Baca Juga