Hacker China Diduga Bobol 10 Kementerian termasuk BIN
Mengutip CNN Indonesia, peretas sebelumnya dikabarkan telah menembus jaringan internal sedikitnya 10 kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara.
Peretasan ini memang dikabarkan berhubungan dengan Mustang Panda yang selama ini dikenal sebagai peretas asal China yang menargetkan kawasan Asia Tenggara.
Meski masih simpang siur, Pratama menyebutkan kondisi ini tetap bagus sebagai trigger untuk semua Kementerian dan Lembaga pemerintah di Indonesia untuk mengecek sistem informasi dan jaringannya.
Perlu meLakukan security assesment pada sistem masing-masing, perkuat pertahanan, upgrade SDM, hingga buat tata kelola pengamanan siber pada institusinya masing-masing.
"Pada pertengahan 2020 juga terjadi isu serupa di lingkungan Kemenlu dan beberapa BUMN. Saat itu ada warning dari Australia bahwa email salah satu diplomat kita mengirimkan malware aria body ke email salah satu pejabat di Australia Barat," ujarnya.
Pratama menuturkan, email dari diplomat Indonesia juga telah berhasil diambil alih peretas, yang diperkirakan kelompok Naikon asal China.
Namun, lanjut Pratama, belum diketahui persis apakah hanya email atau sampai perangkat yang diretas sebab banyak malware dibuat dengan tujuan menyamai kemampuan malware pegasus yang bisa take over smartphone.
"Perlu dilakukan deep vulnerable assessment terhadap sistem yang dimiliki. Serta melakukan penetration test secara berkala untuk mengecek kerentanan sistem informasi dan jaringan. Lalu gunakan teknologi Honeypot dimana ketika terjadi serangan maka hacker akan terperangkap pada sistem honeypot ini, sehingga tidak bisa melakukan serangan ke server yang sebenarnya," urai Pramata.
Dia menyaranakan perlu memasang sensor Cyber Threads Intelligent untuk mendeteksi malware atau paket berbahaya yang akan menyerang ke sistem.








Komentar