Perahu Motor Tenggelam, Seorang Balita Meninggal Dunia
Semua penumpang panik dan langsung melompat dari atas perahu untuk mencari pertolongan setelah melihat air sudah memenuhi lambung perahu. Karena gelombang yang begitu besar para penumpang pun terpencar antara satu dengan yang lainnya.
"Saya terpisah dengan yang lainnya karena tingginya gelombang. Saya hanya memegang sebuah papan dan menggendong balita," kisah Abdul Hamid.
Sang pemilik perahu naas itu menyebutkan bahwa dirinya harus terombang ambing selama tiga jam sebelum dievakuasi oleh warga Rorurangga bersama pihak kepolisian Pulau Ende.
Selanjutnya 1 2








Komentar