Gelar Kampanye Cegah Perokok Anak, Gaprindo Ajak Peritel di Jakarta Jadi Pedagang Bijak
“Pembatasan visual produk rokok sudah banyak dilakukan di ritel-ritel modern. Misalnya dengan penyediaan rak khusus di belakang kasir atau di tempat yang tidak bisa dijangkau langsung oleh pembeli. Ini salah satu kuncian agar petugas di toko bisa selektif dan mengetahui usia pembeli,” jelas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APRINDO, Roy N Mandey.
Secara terpisah, salah satu pemilik toko kelontong di kawasan Peta Barat, Kalideres menyatakan siap untuk mengambil peran untuk tidak menjualkan rokok kepada anak.
Menurutnya, belum ada aturan jelas yang betul-betul melarang pedagang untuk menjualkan rokok ke anak.
“Saya kan dagang di dekat area sekolah, jadi sebenernya mah juga prihatin setiap ada anak yang mau beli rokok. Kami sudah bilang mending uangnya buat beli yang lain seperti jajan, tapi mereka (anak) bisa kasih alasan kayak disuruh atau yang lain. Jadi setelah edukasi ini, kami jadi ngerti kalau merokok itu gak buat anak di bawah umur dan bisa ganggu konsentrasi belajar juga,“ papar Lukman yang sudah berjualan lebih dari enam tahun di kawasan tersebut.








Komentar