Sejarah PERSMA dan Asrama Mahasiswa Alor Dibahas Dalam Silaturahmi Virtual
"Saat itu kami Pengurus benar-benar merasa memiliki PERSMA sehingga kekompakan dan kebersamaan pengurus dan anggota sangat kental. Prinsipnya hubungan komunikasi baik internal maupun eksternal organisasi harus dijalankan Pengurus di PERSMA," tandasnya.
Sebagai mantan Ketua Umum PERSMA periode 2006-2007, Devis pun menyarankan kepada generasi PERSMA saat ini untuk lebih solid meskipun belum mendapat perhatian dari Pemkab Alor.
"Pengurus PERSMA coba mendata ulang Mahasiswa Alor dan membuat website khusus PERSMA sekaligus sebagai pusat data Mahasiswa Alor di Sulawesi Selatan," tambahnya.
Sementara perjalanan PERSMA berikutnya diungkapkan mantan Sekretaris PERSMA periode 2017-2019 Syaban Sartono.
Syaban menyebut nama PERMA NTT-Makassar sempat populer di kalangan masyarakat NTT di Sulawesi Selatan.
"Ketika peristiwa Gempa Palu (Sulteng) kami membawa nama PERSMA menggalang bantuan dan mengumpulkan dana Rp 10 juta untuk korban kemanusiaan di Palu," kata Saban.
Namun Syaban menyayangkan kepengurusan PERSMA berikutnya terjadi kevakuman.
Bahder Balik dan Jais Lehidonu masing-masing Ketua dan Sekretaris PERSMA periode 2019-2020 menjelaskan bahwa semasa kepengurusan keduanya mengalami kesulitan dalam mengkoordinir mahasiswa Alor di Makassar.
"Kurang kader PERSMA dalam berlembaga dan masih ada ego suku/daerah yang berakibat kader kurang aktif dalam (berorganisasi) di PERSMA," tutur Bahder Balik.








Komentar