Kegiatan Expo, Adakah Masyarakat Literat?
Dalam pada itu, contoh yang dapat dikaitkan, misalnya, pihak Pemerintah Daerah, bersama Dinas Pariwisata, dan instansi lain, yang terkait di dalamnya, tentunya sudah tahu atau mengerti persis persoalan yang terjadi saat ini, di negeri ini. Ada covid-19. Bahkan, daerah ini pernah memasuki zona merah. Dan, lebihnya lagi, sudah mengeluarkan Keputusan Bupati. Tetapi, menurut saya, bukan hanya sekedar mengeluarkannya. Harus ada suatu aksi riil, seperti yang tertera di dalam keputusan itu. Begitu juga dengan masyarakat Alor. Semuanya sama, harus menjankan keputusan.
Semua kalangan masyarakat, harus literat. Literat sudah seharusnya, ada. Ada di pihak Pemerinta Daerah, Dinas terkait, TNI, Polri, Polisi Pamong Praja, bahkan warga masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, pertanyannya, perlukah expo? Saya pikir, saya tidak perlu menjawab itu. Yang sangat perlu adalah, adanya para literat sejati dari semua kalangan masyarakat Alor. Apakah mengikuti expo secara langsung atau tidak? Ya, itu hak semua kita. Itu adalah literat yang sejati. Semoga ada sang literat sejati dalam kegiatan expo ini sehingga tidak ada penularan covid-19-nya!
*Penulis adalah Guru di SMK Negeri Ampera, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.








Komentar