Karhutla Kalteng Ancam Orangutan, 32 Individu Dievakuasi dan Sejumlah Satwa Alami Gangguan Pernapasan
KALIMANTAN TENGAH, DAILYKLIK.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tetapi juga kelangsungan hidup satwa liar. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mencatat 32 orangutan telah dievakuasi dari berbagai lokasi sejak Juli 2026, sementara sejumlah orangutan di pusat rehabilitasi mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Andi Muhammad Kadhafi mengatakan, intensitas karhutla tahun ini membuat satwa liar menghadapi situasi darurat. Kebakaran merusak ekosistem, menghilangkan sumber pakan, dan menghasilkan asap yang dapat menjangkau kawasan rehabilitasi.
Menurut Andi, kebakaran di lahan gambut memiliki risiko tersendiri karena api dapat tetap membara di bawah permukaan tanah meskipun bagian atasnya terlihat padam. Kondisi itu membuat satwa rentan terjebak atau kesulitan menyelamatkan diri.
“Sejauh ini sudah ada 32 individu orangutan yang kami rescue dari berbagai tempat di Kalteng. Dan ya, alhamdulillah, sebagian besar sudah kami translokasi,” kata Andi, dikutip Kompas.com, Rabu (21/10/2026).
BKSDA bersama tim gabungan, dokter hewan, tenaga medis satwa, dan mitra konservasi meningkatkan patroli serta penyisiran di kawasan rawan kebakaran. Orangutan yang diselamatkan sebagian besar dipindahkan ke habitat yang lebih aman, termasuk Suaka Margasatwa Lamandau, atau dibawa ke pusat rehabilitasi untuk menjalani pemulihan.








Komentar