Karhutla Kalteng Ancam Orangutan, 32 Individu Dievakuasi dan Sejumlah Satwa Alami Gangguan Pernapasan
Namun, pemindahan satwa dari lokasi kebakaran belum sepenuhnya menghilangkan ancaman. Asap tetap dapat memengaruhi kesehatan orangutan yang berada di pusat rehabilitasi, meskipun satwa tersebut tidak terpapar api secara langsung.
Andi menyebut sejumlah orangutan di pusat rehabilitasi mengalami gangguan pernapasan. Penanganan dilakukan oleh dokter hewan dan perawat satwa, antara lain melalui pemberian nebulizer, bantuan oksigen, dan vitamin.
“Yang kami rescue, sejauh ini sih aman lah dari segi pernapasannya. Tetapi yang di pusat-pusat rehabilitasi, beberapa orangutan mengalami gangguan pernapasan, karena walaupun mereka aman dari api, tapi kan tidak aman dari asapnya,” ujarnya.
Sejumlah pusat rehabilitasi, termasuk yang dikelola BOS Foundation, telah menerapkan modifikasi berupa penyemprotan air berbutir halus untuk membantu mengurangi partikel asap di udara. Meski demikian, pemantauan kesehatan dan penanganan medis tetap diperlukan agar satwa dapat pulih.
Upaya penyelamatan juga menghadapi kendala luasnya wilayah terdampak karhutla yang mencapai ratusan ribu hektar. Jarak menuju lokasi penyelamatan dapat memerlukan perjalanan berjam-jam, sehingga penanganan satwa di lapangan menjadi semakin menantang.
BKSDA Kalteng memastikan orangutan yang terdampak akan terus diupayakan untuk pulih dan menjalani rehabilitasi. Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan habitat dan kesehatan satwa liar yang terdampak asap.








Komentar