Sekilas Info

Walhi Sebut Sejumlah Wilayah di Sulteng Jadi Zona Pengorbanan Transisi Energi

PALU, DAILYKLIK.id — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah menyoroti persoalan ketidakadilan ekologis yang menurut organisasi tersebut dialami masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Catatan itu disampaikan Walhi Sulteng dalam peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026 bertajuk “Cerita Tapak untuk Keadilan Ekologis” di Palu, 21 September 2026.

Manajer Kajian Hukum dan Litigasi Lingkungan Walhi Sulteng, Hilman, mengatakan pihaknya menilai sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah telah menjadi “zona pengorbanan” akibat aktivitas industri dan pembangunan yang berkaitan dengan agenda transisi energi. “Walhi Sulteng menilai, wilayah kita ini (Sulteng) menjadi zona pengorbanan. Kita bisa mendengar langsung cerita tapak atau perwakilan akar rumput yang mengalami dampak ketidakadilan ekologis imbas industri dan pembangunan berkaitan transisi energi,” ujar Hilman.

Menurut Hilman, berdasarkan catatan Walhi, aktivitas industri dan pembangunan tersebut berdampak terhadap ruang hidup, sumber mata pencaharian, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat di sejumlah daerah.

Hilman menyebut persoalan tersebut antara lain terjadi di Morowali, Poso, dan Donggala. Di Morowali, Walhi menyoroti aktivitas industri nikel dan keberadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Sementara di Poso, perhatian diarahkan pada pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan aktivitas Badan Bank Tanah (BBT). Adapun di Donggala, Walhi menyoroti aktivitas industri sawit.

Selain wilayah tersebut, Hilman menyebut Walhi melihat adanya potensi persoalan baru di Parigi Moutong melalui rencana pembangunan kawasan industri nikel serta rencana pembangunan PLTA Sungai Bongka di Tojo Una-Una.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Robert Diantoro Ruakau
Editor: Dedy Hu
Photographer: Robert Diantoro Ruakau

Baca Juga