Walhi Sebut Sejumlah Wilayah di Sulteng Jadi Zona Pengorbanan Transisi Energi
Morowali dan Poso
Hilman mengatakan, khusus di Morowali, Walhi menilai aktivitas industri nikel dan PLTU berada di sekitar permukiman warga di tiga desa. Menurut dia, aktivitas tersebut diduga berdampak terhadap kualitas udara dan sungai serta berpotensi berkaitan dengan gangguan kesehatan masyarakat, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Di Morowali, misalnya, aktivitas dan PLTU untuk kepentingan industri nikel justru berada di tengah permukiman tiga desa, mencemari udara dan sungai, dan diduga menyebabkan penyakit ISPA,” kata Hilman.
Sementara di Poso, Hilman mengatakan pembangunan PLTA menurut catatan Walhi telah berdampak pada puluhan rumah warga. “Sementara di Poso, kehadiran PLTA sampai berakibat kerusakan puluhan rumah warga,” ujarnya. Pernyataan tersebut merupakan penilaian dan catatan Walhi Sulteng dalam melihat dampak aktivitas pembangunan dan industri di wilayah tersebut.
Litigasi dan Non-Litigasi
Hilman mengatakan Walhi Sulteng bersama masyarakat telah menempuh sejumlah langkah, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi, untuk merespons persoalan lingkungan yang mereka soroti. Menurut Hilman, salah satu upaya hukum yang dilakukan Walhi bersama masyarakat di Morowali telah menghasilkan kemenangan dalam gugatan terkait kerusakan lingkungan.
Namun, dia mengatakan putusan tersebut hingga kini belum dieksekusi. “Seperti diketahui bersama, Walhi bersama masyarakat telah memenangkan salah satu gugatan berkaitan dengan kerusakan lingkungan di Morowali, meski dalam perkembangannya putusan itu belum dieksekusi,” kata Hilman.








Komentar