Sekilas Info

Pasien Cuci Darah di RSUD Djoelham Binjai Meninggal Dunia saat Cuci Darah 

Tiopan Tarigan dan rekannya ketika menunjukkan foto R Boru Ketaren yang telah meninggal dunia saat cuci darah (hemodialisis).

DAILYKLIK.ID, Medan– Seorang pasien cuci darah di RSUD Dr. Djoelham Binjai, R Boru Ketaren (75), meninggal dunia pada 15 Februari 2025 pukul 12:15 WIB.

Keluarga korban menduga kematian terjadi akibat kelalaian pihak rumah sakit, karena mesin Hemodialisis (HD) menunjukkan indikator "no water" saat prosedur berlangsung.

Anak korban, Tiopan Tarigan SH, mengaku kecewa dengan buruknya pelayanan di rumah sakit tersebut. "Saat mamak saya menjalani HD, mesin berbunyi seperti alarm dan tertulis 'no water'. Tidak lama setelah itu, mamak saya dinyatakan meninggal dunia, sementara mesin masih menunjukkan 'no water’," ujar Tiopan, Sabtu (22/2/2025) di Medan.

Menurut Tiopan, ibunya sebelumnya dalam keadaan sehat. R Boru Ketaren dirujuk dari RS Latersia ke RSUD Dr. Djoelham Binjai pada 8 Februari 2025, kemudian menjalani HD pertama pada 12 Februari 2025.

Setelah prosedur pertama, dokter menyatakan pasien sehat dan boleh pulang, namun keluarga meminta tambahan satu hari untuk istirahat karena kondisi pasien masih lemah.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Dedy Hu

Baca Juga