Tim Konservasi Tempuh Medan Terjal untuk Lepasliarkan Sembilan Orangutan Korban Karhutla
KETAPANG, DAILYKLIK.id – Mengembalikan orangutan ke habitat alaminya bukan perkara mudah. Tim konservasi harus menempuh perjalanan menggunakan mobil, perahu, hingga berjalan kaki selama berjam-jam melewati medan terjal dan licin untuk membawa satwa yang telah menjalani rehabilitasi menuju Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Tim gabungan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat akhirnya menyelesaikan pelepasliaran sembilan orangutan yang sebelumnya diselamatkan dari kebakaran hutan di wilayah Ketapang pada Agustus dan September 2026.
Pelepasliaran gelombang terakhir dilakukan pada Kamis (29/10/2026). Untuk mencapai lokasi di kawasan hutan lindung seluas sekitar 23.000 hektare tersebut, petugas harus mengangkut kandang besi berisi orangutan melalui jalur darat dan sungai, bahkan melewati arus yang cukup menantang.
Perjalanan panjang itu menjadi bagian penting dari proses pengembalian satwa ke lingkungan alaminya setelah menjalani rehabilitasi.
Dokter hewan YIARI, drh. Ishma Maula, menjelaskan pelepasliaran perlu segera dilakukan karena orangutan menunjukkan gejala stres berat akibat trauma kebakaran dan paparan asap selama berada dalam masa karantina.