SPPG Afia Disetop, Yayasan Gema Bangsa Niasindo Pertanyakan Tata Kelola dan Administrasi
GUNUNGSITOLI, DAILYKLIK.id — Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Afia di Kota Gunungsitoli memunculkan persoalan lain di luar penghentian layanan. Yayasan Gema Bangsa Niasindo mempertanyakan tata kelola, hubungan kemitraan, dan administrasi SPPG yang disebut sejak awal berada di bawah naungan yayasan tersebut.
Ketua Yayasan Gema Bangsa Niasindo Martin Jaya Halawa, S.H., M.H., mengatakan pihaknya telah beberapa kali berupaya meminta kejelasan mengenai hubungan kelembagaan dengan pengelola SPPG Afia. Menurut dia, komunikasi antara yayasan dan pihak pengelola tidak lagi berjalan setelah SPPG mulai beroperasi. “Yang kami persoalkan bukan hanya penghentian operasional. Ada persoalan koordinasi dan administrasi yang harus dijelaskan agar tidak menimbulkan masalah baru,” kata Martin dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Martin mengatakan yayasan sebelumnya terlibat sejak tahap awal pembentukan SPPG Afia. Keterlibatan itu, menurut dia, antara lain dalam proses pendaftaran dan input data pada portal, pengunggahan video persiapan, hingga peluncuran operasional dapur pada Oktober 2025.
Namun, sekitar dua pekan setelah peluncuran, komunikasi dengan pihak pengelola disebut terhenti. Yayasan kemudian mengirimkan undangan untuk membahas pembuatan pernyataan atau perjanjian kemitraan yang mengatur hubungan dengan yayasan. Menurut Martin, undangan tersebut tidak mendapat tanggapan.
Persoalan itu kemudian dilaporkan yayasan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Pemantauan dan Pengawasan dan KPPG Medan. Surat pengaduan bernomor 08/Y-GBNI/GST/III/2026 tersebut disebut dikirim pada 12 Maret 2026.