Sekilas Info

Jalan Rusak Dua Dekade di Namo Bintang, Warga Patungan Timbun Lubang

Kerusakan jalan semakin terasa ketika hujan. Air menggenangi bagian yang berlubang sehingga menyulitkan pengguna jalan. Kondisi drainase pun menjadi persoalan tersendiri.

Pada 18 September lalu, warga bersama perangkat desa dan Babinsa kembali bergotong royong membersihkan jalan dan parit di kawasan tersebut. Kegiatan itu antara lain ditujukan untuk memperlancar aliran air.

Persoalan ini sebelumnya juga berkaitan dengan banjir bandang yang terjadi pada November 2025. Warga menyebut peristiwa tersebut sempat memutus akses di kawasan itu. Artinya, persoalan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan lapisan permukaan yang rusak, tetapi juga dengan kondisi saluran air di sekitarnya.

Jalan tersebut digunakan warga untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, perbaikan dengan cara patungan hanya dapat menjadi langkah sementara. Perawatan jalan secara permanen membutuhkan penanganan yang lebih terencana, termasuk memastikan kondisi drainase.

Warga kini menunggu kepastian mengenai penanganan ruas jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah menjelaskan status dan kewenangan perbaikan, sekaligus menyampaikan rencana penanganan yang dapat menjawab persoalan jalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Gotong royong telah beberapa kali menjadi cara warga bertahan menghadapi kerusakan infrastruktur. Tetapi, tanpa perbaikan permanen, lubang yang ditimbun hari ini berpotensi kembali menjadi persoalan ketika material terkikis dan air kembali menggenangi jalan.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Dwi
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga