Sekilas Info

Banjir 2025 Jangan Jadi Arsip, KAMMI Medan Desak Pemko Perkuat Antisipasi

Dampak Banjir Tak Berhenti Saat Air Surut

KAMMI Medan menilai dampak banjir tidak hanya berkaitan dengan genangan dan kerusakan fisik. Gangguan terhadap jalan, kegiatan perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan warga juga menjadi bagian dari dampak yang perlu diantisipasi.

Bagi warga yang bergantung pada pendapatan harian, terhentinya aktivitas kerja atau usaha selama masa banjir dapat menambah tekanan ekonomi keluarga. Setelah air surut, warga masih harus menghadapi proses pembersihan dan pemulihan rumah maupun barang yang rusak.

Kondisi tersebut juga membutuhkan kesiapan tempat pengungsian, makanan, air bersih, layanan kesehatan, perlindungan bagi kelompok rentan, serta penyampaian informasi yang cepat.

Azli mengatakan kesiapsiagaan tidak seharusnya hanya diukur dari kemampuan pemerintah merespons ketika banjir telah terjadi. “Warga Medan tidak hanya membutuhkan bantuan ketika banjir datang, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa pemerintah telah bekerja sebelum banjir itu terjadi. Informasi yang cepat, sistem peringatan dini yang berjalan, serta koordinasi yang jelas akan membuat masyarakat lebih siap dan dapat mengurangi risiko,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemko Medan juga menyatakan banjir besar 2025 harus menjadi bahan evaluasi. Pada Januari 2026, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta penguatan kesiapsiagaan dan pengendalian banjir sebagai bagian dari agenda pembangunan kota.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Dandy Sihotang
Editor: Dedy Hu
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga