Sekilas Info

Koperasi Desa dan Jalan Panjang Industrialisasi Desa

Seorang warga tengah memperhatikan _Office plaque_ Kopdes Merah Putih Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan yang berada di kawasan MMTC, Deli Serdang.

Karena itu, ukuran keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih tidak seharusnya berhenti pada jumlah koperasi yang telah dibentuk atau besarnya anggaran yang telah disalurkan. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar koperasi mampu meningkatkan nilai ekonomi yang dinikmati masyarakat desa.

Apakah petani memperoleh harga jual yang lebih baik? Apakah pengrajin memperoleh pasar yang lebih luas? Apakah pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksinya? Ataukah koperasi hanya menjadi saluran distribusi baru bagi produk yang sejak awal telah menguasai pasar nasional?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting karena sejarah pernah memberikan pelajaran.

Pada masa lalu, Koperasi Unit Desa (KUD) dibangun melalui pendekatan yang relatif seragam. Sebagian berhasil menjalankan fungsi ekonomi, tetapi tidak sedikit yang kehilangan vitalitas ketika partisipasi masyarakat melemah dan kegiatan usaha tidak lagi berangkat dari kebutuhan anggotanya. Pengalaman itu menunjukkan bahwa koperasi tidak cukup dibangun melalui regulasi dan kelembagaan. Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem usaha yang benar-benar berpihak kepada anggotanya.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa komitmen menjadikan koperasi sebagai rumah bagi produk UMKM benar-benar diwujudkan dalam kebijakan operasional. Misalnya, melalui target yang terukur mengenai proporsi produk lokal di setiap gerai, skema pembiayaan khusus untuk pembelian produk UMKM, pendampingan peningkatan kualitas, hingga integrasi koperasi dengan sentra produksi desa.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Fauzan Nur Ahmadi
Editor: Redaksi DailyKlik
Photographer: Dokumen Dailyklik

Baca Juga