Gerakan untuk Rakyat Desak Evaluasi Menyeluruh Distribusi BBM Pertamina di Sumut
MEDAN, DAILYKLIK.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara menjadi sorotan dalam diskusi publik yang digelar Gerakan untuk Rakyat di 38 Coffee House, Medan, Kamis, 16 Juli 2026. Forum tersebut mendorong pemerintah dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Diskusi bertajuk "Kelangkaan BBM di Sumut: PT Pertamina Menambah Kegagalan Kepemimpinan Prabowo?" menghadirkan pegiat kebijakan energi Sholihin Ikhwan, pegiat sosio-energi Raden Haitami Abduh, dan antropolog Haris Martondi Hasibuan. Acara dipandu Fahrurozy Efrial sebagai moderator.
Dalam forum itu, para narasumber menilai persoalan yang terjadi bukan semata terkait ketersediaan stok BBM, melainkan terganggunya distribusi hingga masyarakat kesulitan memperoleh Pertalite dan Solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sholihin Ikhwan mengatakan keberhasilan pelayanan energi tidak hanya diukur dari ketersediaan stok di terminal penyimpanan, tetapi juga kemampuan memastikan BBM sampai ke masyarakat secara tepat waktu.
"Stok yang aman belum tentu berarti masyarakat aman. Ketika terminal penuh tetapi SPBU kosong dan rakyat harus mengantre, pelayanan energi tetap sedang bermasalah," kata Sholihin.
Diskusi juga menyoroti dampak gangguan distribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pekerja harian, sopir angkutan, pengemudi ojek, petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah disebut menjadi kelompok yang paling terdampak akibat antrean panjang di SPBU.