100 Tahun Gempa Dahsyat 1926, Padang Panjang Bangun Ketangguhan dan Wariskan Kesadaran Bencana
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan budaya kesiapsiagaan kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah kebencanaan akan membantu masyarakat meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengurangi risiko apabila bencana serupa kembali terjadi di masa mendatang.
Ia mengingatkan bahwa wilayah Sumatera Barat memiliki karakter geologi yang dinamis. Berdasarkan kajian BMKG, gempa besar tahun 1926 berkaitan dengan aktivitas Sesar Sianok yang membentang hingga kawasan Danau Singkarak.
Aktivitas sesar tersebut juga memicu gempa pada tahun 2007, sehingga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus diperkuat di seluruh lapisan masyarakat.
Suaidi berharap sejarah gempa tidak hanya tersimpan dalam catatan masa lalu, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi generasi muda. Menurutnya, warisan sejarah kebencanaan dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi geologi yang memberikan manfaat pengetahuan sekaligus nilai ekonomi bagi daerah.
Melalui refleksi satu abad Gempa 1926, Padang Panjang menunjukkan bahwa mengenang bencana bukan untuk menumbuhkan rasa takut, melainkan membangun kesadaran, memperkuat ketahanan sosial, dan menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan alam di masa mendatang. (*)








Komentar