Soal Kebijakan Efisiensi Anggaran, BGN: No service ya no pay
Menurut dia, terdapat sejumlah petunjuk teknis yang sebelumnya mengatur mekanisme berbeda. Namun, hal tersebut lebih berkaitan dengan ranah pendidikan dan pelaksanaan di lapangan yang disesuaikan dengan kepentingan masing-masing pihak.
Ia menegaskan BGN lebih mengutamakan efisiensi anggaran ketimbang kepentingan kelompok tertentu. Dia menilai tidak masuk akal apabila terdapat biaya yang tetap dikeluarkan padahal layanan MBG tidak dijalankan.
"Itu kan tidak masuk akal sesuatu yang Rp6 juta per hari padahal servisnya tidak diberikan," tegasnya.
Agustina mengakui keputusan tersebut tidak akan diterima seluruh pihak. Menurut dia selalu ada pihak yang merasa dirugikan oleh sebuah kebijakan, terutama pihak yang telah menjadi mitra program.
Patut diketahui, sebelumnya, sejumlah mitra BGN yang tergabung dalam GAPEMBI menyampaikan penolakan terhadap kebijakan penghentian sementara MBG selama libur sekolah.
Para pelaku usaha itu menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu keberlangsungan operasional dan pendapatan mereka sebagai penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. (*)








Komentar