Pendidikan yang Terkoyak: Saat Sekolah Menjadi Ladang Pungli dan Penyalahgunaan Dana
Pendidikan Kehilangan Makna
Pendidikan semestinya jadi tempat menanamkan nilai kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab. Tapi bagaimana bisa itu terjadi kalau sistemnya sendiri penuh kebohongan dan ketidakadilan?
Praktik pungli dan korupsi di sekolah membuat anak-anak tumbuh di lingkungan yang salah. Mereka bisa saja berpikir bahwa ketidakjujuran adalah hal biasa, karena melihat contoh buruk dari para pengelola sekolah.
Dalam pandangan para filsuf seperti John Dewey dan Immanuel Kant, pendidikan bukan sekadar soal ilmu, tapi soal membentuk manusia yang bermoral. Pendidikan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Jika praktik curang dan ketidakadilan dibiarkan di dunia pendidikan, itu artinya kita merusak masa depan bangsa dari akarnya.
Ayo Benahi Bersama
Kita tidak bisa tinggal diam. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat harus bersama-sama menolak dan melawan segala bentuk pungli dan penyelewengan dana di sekolah. Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan. Pendidikan harus kembali pada jalur yang benar: sebagai alat pembebas manusia, bukan alat mencari keuntungan pribadi.
Pendidikan yang adil dan bebas korupsi bukanlah mimpi. Tapi butuh komitmen bersama untuk mewujudkannya. Wajah pendidikan di NTT yang kini retak bisa diperbaiki jika semua pihak berani bersuara, bertindak, dan berbenah. Masa depan anak-anak kita tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir orang. Sudah saatnya kita bangkit dan membangun pendidikan yang jujur, berkualitas, dan memerdekakan. Ayo Bangun NTT.
Klik saluran Whatsapp ini untuk terus memperbaharui Berita terkini bagi Anda.








Komentar