1. Beranda
  2. Features

Melepas di Gerbang TK, “Tidak Usah Jemput Saya Bapak, Nanti Dade Pulang Sendiri”

Oleh ,

Oleh: Faidin

Pagi itu, Selasa 15 Juli 2025, langit Talibura begitu cerah. Di sela embusan angin ringan dan matahari yang masih rendah, saya menjejakkan kaki di halaman TK Negeri V Mentari Utanwair, sekolah kecil di Dusun Utanwair, Desa Nangahale. Ini hari kedua anak saya, Moch Noor Tohir, kembali ke bangku sekolah pasca liburan. Tapi pagi itu, ada sesuatu yang berbeda. Sebuah kalimat yang ringan terdengar dari mulutnya, tapi menancap dalam di hati saya.

“Tidak usah jemput saya, Bapak. Nanti Dade’ pulang sendiri.”

Ia mengatakan itu dengan wajah tenang, hampir tanpa ragu. Sebuah pernyataan sederhana dari anak usia dini, yang bagi saya adalah pernyataan paling besar: ia ingin belajar melepas.

Gerbang yang Menguji Keikhlasan

Sebagai orang tua, sering kali kita siap untuk mendampingi, melindungi, memastikan semuanya baik-baik saja. Tapi ternyata, yang lebih sulit adalah belajar memberi ruang. Belajar percaya. Belajar bahwa anak, sekecil apa pun, suatu saat akan memilih untuk berdiri di kakinya sendiri—meski baru dua hari masuk sekolah.

Di gerbang sekolah itu, tempat anak-anak melepas genggaman dan berlari ke kelas, para orang tua justru menghadapi ujian paling sunyi: menahan langkah, dan membiarkan mereka berjalan sendiri.

Berita Lainnya