E-Katalog Wajib di 2025: Peluang Emas atau Tembok Penghalang bagi Pelaku Usaha?
Dari Potensi Jadi Hambatan
Format dokumen yang membingungkan, tim internal yang belum siap, hingga minimnya pelatihan menjadi tembok yang membuat E-Katalog terasa menakutkan bagi sebagian penyedia. Alih-alih menjadi solusi efisiensi, sistem ini justru bisa berubah jadi penghalang jika pelaku usaha tidak dibekali pemahaman yang cukup.
Pemerintah telah membuka pasar besar—transaksi triliunan rupiah menanti. Tapi untuk bisa ikut bermain, penyedia harus benar-benar siap. Bukan sekadar masuk ke sistem, tapi mampu mengoperasikannya secara efektif.
Solusinya bukan mundur, tapi belajar. Pelatihan, simulasi, dan pendampingan mutlak dibutuhkan agar pelaku usaha lokal bisa menembus pasar digital ini. E-Katalog bukan sekadar tuntutan regulasi, tapi jalan menuju pasar yang lebih luas, cepat, dan transparan.
Pertanyaannya kini, siapkah pelaku usaha menjawab tantangan E-Katalog 2025? Atau akan menjadi penonton di tengah peluang yang terbuka lebar?








Komentar