Ibu Habiba, Penjaja di Pasar Nangahale yang Pernah Dilipat Gelombang Tsunami 1992
Namun dari puing-puing tragedi, tumbuh harapan. Tiga anaknya kini menjadi guru di desa tersebut—anak-anak yang dulu ia cari dalam kepanikan usai bencana, kini menjadi cahaya penuntun hidupnya.
Ibu Habiba bukan sekadar penyintas. Ia adalah lambang keteguhan perempuan desa—yang bangkit dari reruntuhan, menantang sunyi dengan semangat hidup yang tak padam. Ceritanya menyentil nurani: bahwa di balik data dan statistik bencana, ada wajah-wajah seperti Ibu Habiba—yang kehilangan, bertahan, dan terus berjalan dengan kepala tegak.
Selanjutnya 1 2








Komentar