“Tutup Saja Kober Kalau Tak Dianggap!” — Teriakan Guru PAUD Flotim Gegerkan Pemda
Wakil Bupati Ignas Boli Uran pun dibuat terdiam sejenak. Namun ia berkomitmen akan memperjuangkan aspirasi ini ke pusat. “Kami tidak tinggal diam. Kami dorong terus lewat jalur resmi. Sudah saatnya guru PAUD nonformal diperhatikan secara adil,” ujarnya.
Para guru berharap pertemuan ini bukan hanya sekadar seremonial. Mereka menuntut keadilan, pengakuan status, dan hak setara dalam sistem pendidikan nasional. Harapan tertuju ke tahun 2025, agar jadi awal pencerahan bagi perjuangan panjang mereka.
Jika tuntutan ini tak kunjung didengar, jangan salahkan mereka jika ratusan Kober di Flores Timur benar-benar ditutup. Dan jika itu terjadi, siapa yang akan memegang tangan anak-anak usia dini menuju masa depan?
Selanjutnya 1 2








Komentar