Sekilas Info

Tiga Dekade Mengabdi, Pulang Tanpa Pesangon: Buruh Dolog Alor Ditinggal Nasib di Ujung Usia

Hendrik Puling, buruh yang pensiun dari Bulog Alor tanpa diberikan pesangon

DAILYKLIK.ID, Kalabahi – Puluhan tahun mencurahkan tenaga di Gudang Dolog Alor, sejumlah buruh kini harus menelan pil pahit. Saat usia tak lagi muda dan tubuh tak sekuat dulu, mereka justru dihentikan tanpa sepeser pun pesangon. Tak ada jaminan hari tua, tak ada jaminan kesehatan—yang tersisa hanya kecewa dan luka batin.

Hendrik Puling, mantan mandor yang mulai bekerja sejak awal 1980-an, menceritakan bagaimana dirinya dan rekan-rekannya tak pernah merasakan hak-hak dasar sebagai buruh tetap perusahaan negara itu.

“Dari tahun 1982 sampai 2021 saya kerja. Waktu sakit dan tak sanggup kerja lagi, saya pamit secara lisan. Tapi tidak ada hak yang saya terima. Tidak ada pesangon, tidak ada jaminan, padahal saya mandor dari awal,” kata Hendrik, Kamis (17/4/2025).

Cerita serupa dialami Yesaya Dollu, yang mundur setelah mengalami kecelakaan kerja dan merasa diabaikan oleh manajemen. Harapannya untuk mendapatkan jaminan hari tua kandas, meski ia telah mengajukan permohonan ke Serikat Buruh.

“Saya cuma dikasih amplop isinya Rp500 ribu. Setelah itu tak ada kabar. Sudah saya coba lewat serikat buruh, tapi hasilnya nihil,” keluh Yesaya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Devis Karmoy | Markus Kari
Editor: Dedy Hu
Photographer: Dokumen Pribadi

Baca Juga