Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Flores Timur Masih Tinggi, Media dan Pemerintah Diminta Berperan Aktif
Anggaran Pencegahan Kekerasan Menurun
Kepala Bidang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Flores Timur, Joria Parmin, menyebut pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, seperti sosialisasi ke sekolah, pembentukan forum anak di desa, serta menyediakan layanan pengaduan melalui hotline dan sistem informasi online (Simfoni).
Pada 2023, anggaran yang dialokasikan untuk program ini sebesar Rp148 juta, namun turun menjadi Rp144 juta pada 2024. Sementara untuk 2025, alokasi anggaran belum bisa dipastikan karena masih dalam tahap efisiensi.
Kasus Kekerasan di Pengungsian Tinggi
Joria mengungkapkan, kasus kekerasan di posko pengungsian penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki cukup tinggi. Dalam laporan terakhir, terdapat 16 kasus, namun jumlah sebenarnya diperkirakan lebih banyak karena banyak yang tidak terlapor.
"Laporan itu kami terima bulan lalu, dengan kejadian sejak November 2024 hingga Februari 2025. Sebagian besar diselesaikan di tingkat keluarga dan aparat desa," ujarnya.








Komentar