Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur Pilih Gunakan Mobil Dinas Lama, Nasib Mobil Baru Belum Jelas
"Jika mobil ini tidak digunakan OPD, bisa saja dijual dan hasilnya dialokasikan untuk membeli kendaraan yang lebih sesuai kebutuhan OPD, memperbaiki jalan, atau membantu masyarakat terdampak bencana," ujar Anton Doni.
Keputusan Bupati dan Wakil Bupati ini mendapat apresiasi dari masyarakat, termasuk warga Kecamatan Adonara Timur. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai keputusan ini sesuai dengan kondisi daerah saat ini.
Ia mengingat pernyataan Anton Doni saat syukuran pelantikan di Desa Lamapaha, Kecamatan Kelubagolit, pada 2 Maret lalu, yang menyebut angka kemiskinan di Flores Timur mencapai 11 persen dari total 18 persen angka kemiskinan di NTT.
Selain itu, sekitar 300 kilometer jalan di Flores Timur masih dalam kondisi rusak dan membutuhkan perbaikan.
"Keputusan Pak Anton Doni dan Pak Ignas Boli sangat luar biasa, karena lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat," ujarnya.








Komentar