Pasar Rakyat di Adonara Timur Terbengkalai, Dana Rp6 Miliar Mubazir
“Di dalam gedung itu terlalu kecil dan tertutup. Kalau jualan di dalam, barang tidak laku-laku. Jadi semua pedagang pilih jualan di luar,” ujar Petima.
Ia juga menceritakan, para pedagang pernah ditertibkan oleh TNI dan Satpol PP, tetapi karena kapasitas gedung yang tidak memadai, mereka kembali berjualan di luar.
“Gedung ini dibangun untuk kami, tapi tidak sesuai kebutuhan. Untuk apa gedung megah kalau tidak bisa digunakan? Itu hanya buang-buang uang negara,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Flores Timur, Siprianus Sina Ritan, menjelaskan pasar tersebut sebenarnya sudah diundi dan ditempati oleh pedagang setelah selesai dibangun.

Namun, karena kurangnya pengawasan, pedagang mulai kembali berjualan di tepi jalan dan mendirikan bangunan darurat.








Komentar