Sekilas Info

Dampak Konflik Iran vs Israel dan Peran Indonesia

Ilustrasi | Bendera Israel dan bendera Israel.

Konflik bersenjata di wilayah yang sudah tegang seperti Timur Tengah ini juga dapat memperkuat kelompok-kelompok ekstremis dan memperluas basis dukungan mereka. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan radikalisasi dan terorisme di seluruh dunia.

Tentunya, semua dampak ini menunjukkan bahwa perang antara Iran dan Israel akan memiliki konsekuensi serius, baik secara regional maupun global, dan upaya untuk mencegah konflik tersebut harus diutamakan agar tidak menyulut terjadinya Perang Dunia III yang akan memporak-porandakan peradaban dunia.

Sejarah Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia

Sejak meraih kemerdekaannya pada tahun 1945, Indonesia telah menempatkan perdamaian sebagai salah satu pilar kebijakan luar negerinya. Sebagai negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, Indonesia telah mengambil peran aktif dalam berbagai forum internasional untuk mempromosikan dialog antarperadaban, toleransi, dan kerjasama antarnegara.

Pada tahun 1955, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika di Bandung, yang dikenal sebagai Konferensi Asia-Afrika atau Konferensi Bandung. Konferensi ini menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi dunia ketiga dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memperjuangkan kemerdekaan, perdamaian, dan kesetaraan di antara negara-negara berkembang.

Sejak saat itu, Indonesia terus aktif dalam diplomasi perdamaian, baik melalui partisipasi dalam berbagai organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gerakan Non-Blok, maupun Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Indonesia secara konsisten menekankan pentingnya dialog, negosiasi, dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik, serta menentang penggunaan kekuatan militer sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan.

Termasuk Kontribusi Indonesia pada Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB dimulai pada tahun 1957, saat Indonesia mengirimkan 559 personel infantri sebagai bagian dari United Nations Emergency Force (UNEF) di Sinai.

Pengiriman tersebut diikuti dengan kontribusi 1.074 personel infantri (1960) dan 3.457 personel infantri (1962), sebagai bagian dari United Nations Operation in the Congo (ONUC) di Republik Kongo, bereperan dalam misi perdamaian dalam konflik perang saudara di Darfur, Sudan pada tahun 2005 melalui partisipasi aktif dalam African Union-United Nations Hybrid Operation in Darfur (UNAMID) dan berbagai konflik bersenjata lainnya di bellman dunia.

Solusi Peran Indonesia

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6
Penulis: Dr Rasminto
Editor: Devis Karmoy
Photographer: Shutterstock-file/ANTARA

Baca Juga